Loading...
Loading...

Wanita Buruk Rupa

Beeing Old and Ugly, Nothing to Lose
Benarkah?? Mungkin saja. Tapi bagiku, terlihat cantik dan manis itu pilihan. Tapi memperlihatkan diri yang jelek dan penuh kekurangan butuh rasa percaya diri yang besar.  Dan berbohong agar terdengar seperti yang kau inginkan adalah sebuah pengorbanan.

Zaman now ini mana ada orang jelek? Sesuatu yang tidak sesuai di wajah bisa di permak dan dibentuk ulang. Hidung yang kurang mancung, bisa di operasi. Mata yang sipit bisa di lebarkan. Gigi yang amburadul bisa di atur ulang. Semua bisa di kerjakan. Masalahnya, tinggal kemauan.

Teman mayaku,  bisa berteman denganmu adalah sebuah anugrah.  Kau membuka mataku yang selama ini tertutup  bahwa untuk menjadi seorang yang dihargai dalam sebuah pergaulan,  kita harus membaur dan seperti mereka. Dan aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti ketetapanmu dan pura-pura terlihat sepertimu.

Teman mayaku,  ketika aku muncul dengan slogan 'single is simple',  kau berkata kalau single di usia seperti ku berarti tidak laku.  Lalu kuputuskan untuk membohongimu dengan pura-pura menikah dengan seorang pria gagah perkasa dengan postur yang ideal. 

Lalu kau bertanya,  "bagaimana pria yg begitu ganteng,  mau menikah denganmu?  Kau kan jelek dan egois,  kalian tidak sepadan.  Apa yang dia lihat pada dirimu??"

Pertanyaan seperti itupula yang muncul di benakku ketika ada pria yang mendekatiku dan ingin menjalin hubungan denganku.  Mereka boleh berkata kalau mereka naksir,  suka dan cinta padaku.  Tapi karena apa?? 

Logikanya,  tidak ada pria yg suka dengan wanita jelek.  Tidak ada pria muda & masih bujang mau menikah dengan wanita jelek dan berumur.  Karena itu aku selalu menolak dan berkata kalau tidak ingin berumah tangga dan ingin hidup sendiri saja.

Lalu mereka berkata kalau menolak jodoh itu berdosa.  Dan aku beralasan kalau aku tidak menolak,  tapi juga tidak mencari.  Kalau jika suatu saat ada pria yg cocok di hati,  aku pasti akan menerimanya.

Lalu mereka bergosip dengan berkata kalau aku sampai menikah lagi,  itu pasti karena aku ingin 'burung'  saja.  Mendengar itu,  semakin bulat tekadku untuk sendiri.

Mereka tidak tahu kalau hidupku telah ternoda karena seseorang yg punya 'burung'  tidak mampu menahan hasratnya.  Ini kisah lama.  Pelecehan seksual yang kusembunyikan dan menciptakan trauma.  Terjadi berulang,  saat aku masih remaja belia dan saat sedang melalang buana keliling dunia. 

Saat masih remaja,  pelecehan itu tidak meninggalkan bekas,  tapi  membuatku menutup diri.  Tapi pelecehan di saat aku sedang melalang buana telah merenggut satu-satunya kesucian yang kumiliki dan membuatku trauma.  Trauma itu menciptakan benteng pertahanan diri yang kokoh. Yang lalu  membuatku bersikap dingin, acuh tak acuh dan tidak perduli pada lawan jenis. 

Dalam kekalutan,  aku memberitahu keluargaku kalau aku telah menikah tanpa izin mereka dan bercerai tidak lama setelahnya karena tidak ada kecocokan.  Dengan cara itu aku menyematkan predikat janda pada diriku sendiri. 

Teman mayaku,  ketika kita bicara tentang kehidupan perkawinan dan kau memamerkan rumah tanggamu yang bahagia,  aku sempat bingung karena tidak tahu harus berkata apa. Lalu aku mencari panduan dari tulisan para pakar pernikahan dan membaca kisah pribadi kehidupan rumah tangga orang lain agar bisa mengimbangi dirimu.

Tapi ketika kau bertanya tentang pengalaman 'malam pertama' yang terbayang di benakku adalah malam perkosaan itu. 

Awalnya aku takut,  malu dan segan mengungkapkannya.  Tapi demi rasa penasaran tentang malam pertamamu,  aku mendaur ulang tragedi 'perkosaan' itu menjadi cerita 'malam pertama' yg romantis dan tak terlupakan. 

Hal menyakitkan ketika di ingat terus dan di pikir ulang akan menjadi hal biasa. Dan memoriku menyerap ulang tragedi itu sebagai kenangan malam pertama yang tidak akan pernah terulang lagi dalam hidupku.  Dan muncullah slogan sarkatis dinamis, 'berkahnya di perkosa'. 

Mana ada perkosaan yang membawa berkah?  Tidak ada.  Yang ada trauma.  Tapi aku mengambil sisi positifnya dan berdamai dengan kenyataan yang traumatis.  Selalu ada pengalaman berharga di balik setiap petistiwa. Setidaknya,  karena 'perkosaan' itu, aku memiliki kisah malam pertama.  Dan bisa bercerita padamu tentangnya. Tentu saja setelah di poles dengan begitu wah. 

Teman mayaku... 
Seperti kata orang,  ketika kita mulai berbohong,  maka kita akan berbohong seterusnya. Kebohongan itu akan tumpang tindih,  karena saling menutupi.  Dan pada akhirnya akan tiba pada titik jenuh.  Di mana kita akan merasa lelah karena terus menerus berbohong. 


Teman mayaku,  aku tahu sejak lama kalau wajah jelek ku telah menjadi perbincangan di komunitasmu.  'orang jelek yang kemayu' itu julukan yang kudengar darimu. Dan aku selalu menguatkan diri agar tidak sakit hati,  karena itu memang kenyataannya.  Dengan cara itu aku terus memiliki kekuatan untuk meneruskan kebohongan ini.

Teman mayaku,  aku tidak kemayu. Tp sebagai wanita,  meski berwajah jelek aku tetap memiliki sifat itu.  Bukan karena aku takut terlihat jelek  tapi sudah mendarah daging.

Setiap saat aku selalu berupaya tampil segaya mungkin.  Aku tidak tahu kalau gayaku itu membuatmu muak.  Ketika aku memasang wajah ku yang jelek,  kau bilang sudah jelek banyak gaya. 

Seumur hidup aku tak pernah menutupi bibirku yang hitam agar terlihat merah.  Aku juga tidak pernah merapikan alisku yang berantakan.  Atau memakai bulu mata yang cetar membahana.  Aku selalu tampil apa adanya,  tanpa polesan,  kecuali memakai bedak karungan.

Aku tidak pernah malu terlihat jelek,  kecuali terlihat olehmu.  Karena itu pasti akan menjadi pembenaran atas  dugaanmu bahwa ternyata aku benar-benar wanita jelek yang kemayu.

Teman mayaku.. 
Aku selalu berpikir,  kalau tidak ada pria yang menyukai wanita jelek. Tapi dugaanku keliru.  Entah berapa kali aku harus menolak 'lamaran' pria seusia,  duda beranak dan berondong muda.  Karena aku tidak berminat,  tidak ingin merusak reputasi,  juga karena tidak ada dukungan dari keluarga.


Sepertinya mereka sudah merasa nyaman dengan kesendirianku. Dan aku yakin,  ponakanku yang sudahpun besar-besar akan merasa jengah kalau memanggil teman sebayanya dengan sebutan paman.  Dan aku juga tidak ingin membuat malu suamiku dan keluarganya  karena memiliki menantu yang buruk rupa. 

Lagi pula, aku cukup kuat secara finansial dan kehadiran seorang suami hanya akan menjadi beban ..

Teman mayaku... 
Jangan anggap enteng wanita jelek seperti diriku.  Sebab jika dia punya motivasi,  mereka bisa menggaet lelaki manapun yang dia suka.  Bahkan jika lelaki itu adalah suami orang. Karena tidak ada perbedaan antara dirimu dan wanita jelek selain pada paras wajah. 


Survey membuktikan,  seorang pria bisa bercinta dengan wanita mana saja,  baik yang cantik,  yang jelek ataupun yang gila.  Tapi wanita adalah makhluk pemilih yang kemayu,   hanya mau bercinta dengan pria yang di sukainya saja,  kecuali dia di perkosa. Dan sampai saat ini,  tidak ada satupun pria yang kucintai,  karena aku sangat mencintai diriku sendiri.

Tak perduli apa penilaianmu tentang diriku,  yang jelas  bagiku...
"Menjadi Tua & Jelek, tak ada Ruginya..."

Satu-satunya kerugian yang akan kuderita adalah bahwa aku akan kehilangan dirimu karena kebohonganku ini... 
Bagikan :
Home
loading...