Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

Kekasih Kelabu bag 9


Sepanjang hari perasaan Tony tak menentu. Dia binggung dengan apa yang akan di hadapinya. Dia sama sekali tak menyangkah kalau Friska menerima lamaran ibunya dan bersedia menikah dengannya. Tony tidak tahu apa motivasi Friska dan tak habis pikir mengapa wanita secantik dan sesukses Friska mau terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bukan hanya tidak saling cinta, mereka berdua bahkan tidak saling kenal satu sama lain.
Tadi pagi, Tony datang menemui Friska untuk menanyakan hal itu. Tapi rasa penasaran membuatnya melakukan hal lain. Dia mencium Friska untuk melihat reaksinya. Awalnya iseng saja, tapi kemudian, saat bibirnya menyentuh bibir Friska, Tony merasakan sesuatu yang berbeda. Dia pernah berciuman dengan banyak wanita, tapi tak ada satupun dari mereka yang sedingin Friska. Tapi bibir dingin itu memberinya kenikmatan. Kenikmatan yang belum pernah di rasakannya saat berciuman dengan wanita lain. Dan rasa nikmat itu membuat Tony takut. Takut pada perasaannya sendiri….
Hp Tony berdering. Natalia yang menelpon. Untuk pertama kalinya, Tony merasa enggan mengangkat telpon Natalia. Dia tidak mereject panggilan itu , hanya mematikan nada panggilnya saja.
Benaknya sangat rungsing. Betapapun di cobanya untuk mengerti, dia tetap tak bisa memahami mengapa Friska mau di jodohkan dengan dirinya. Seharian itu pikirannya kalut dan binggung. Menolak perjodohan itu sudah tak mungkin lagi. Karena dia telah berjanji pada mama, jika wanita yang di jodohkan dengannya bersedia, maka dia akan menikahinya. Dan selama ini, dia telah bermain kotor di belakang mamanya. Menyuap para wanita yang di jodohkan dengan dirinya, dengan materi dan sebagai imbalan, mereka harus menolak perjodohan mereka. Dan sepanjang ini, semua lancar-lancar saja, sampai dia di jodohkan dengan Friska.
Hari sudah sore. Dan Tony masih belum menemukan ritme nya. Setiap kali hendak menyelesaikan tugas-tugasnya, bayangan Friska berkelebat di benaknya. Dan otomatis adegan ciuman pagi tadi serasa diulang lagi. Dia jadi uring-uringan sendiri. Sebelum hidupnya berantakan, Tony bertekad untuk menemui Friska lagi dan bertanya secara langsung apa motif nya menerima perjodohan mereka.
Sialnya, ketika Tony tiba di rumah Friska, wanita itu belum pulang. Pelayan mempersilahkan Tony masuk dan menunggu didalam. Tony menggunakan kesempatan itu melihat-lihat rumah Friska. Rumah itu tergolong mungil bagi Tony, terlihat asri dari luar dan mewah di dalam. Ada piano klasik dan elekton di sudut ruangan. 2 buah cermin dengan bingkai yang sama tergantung di dua tejadi tempat yang berbeda. Satu di depan pintu masuk dan satu lagi di dinding ruang tamu.
Ada beberapa lukisan di dinding, tapi tidak ada selembar fotopun yang menempel di sana. Tony jadi penasaran sendiri. Wanita seperti apa Friska. Seseorang biasanya punya bakat narsis, yaitu memajang foto-foto dirinya agar bisa di lihat orang. Mungkin dia berbeda dan menyembunyikan nostalgianya di tempat lain.
Benar saja, Tony melihat beberapa album foto di rak buku. Tony mengambil salah satu album itu dan melihat satu persatu foto di dalamnya. Album itu berisi foto-foto Friska dengan seorang pria tampan yang energik. Dari pose-pose mesra dan raut wajahnya, Tony bisa menduga kalau keduanya adalah pasangan kekasih.
Dari satu album, Tony pindah ke album yang lain. Semua berisi foto-foto yang sama. Friska dan pria itu serta beberapa teman-temannya. Tony jadi bertanya-tanya, siapa pria itu, kemana dia dan mengapa Friska meningalkannya…??


Terdengar suara mobil memasuki halaman. Tony melonggokkan kepalanya. CR-V Friska terhenti di halaman karena terhalang Porche Tony. Biasanya mobil itu langsung meluncur ke garasi. Friska turun sambil menenteng tas kerjanya. Dia ingat siapa pemilik Porche metalik itu.  Tanpa ragu, Friska melangkah memasuki rumahnya…
Tony sudah menghadangnya di pintu sambil memegang album foto yang belum selesai di lihat..
Friska menyapa Tony, “sudah dari tadi?”
“Barusan…”
“Duduklah…” Friska mempersilahkan Tony duduk.
Tony menolak, “bisa kau jelaskan siapa pria dalam foto-foto mesra ini?”
“Temanku…”
“Teman atau teman? Mungkinkah kalau teman bisa semesra itu? Kalau kau sudah punya kekasih, mengapa kau mau dijodohkan denganku?”
Friska tersenyum, “akan ku beritahu. Tapi izinkan aku membersihkan dulu…”
Tanpa menunggu sahutan Tony, Friska segera naik kelantai atas. Terdengar pintu di buka dan suara shower yang mengalir...  NEXT

Popular Posts

Loading...
Loading...