Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

Kekasih Kelabu bag 8


Esoknya, pagi sekali nyonya Guanwan pergi ke rumah Nyonya Dinata untuk menyampaikan kabar gembira itu.  Nyonya Dinata terlonjak gembira dan memeluk nyonya Gunawan dengan reflek. Kedua wanita tengah baya itu berpelukan sambil meneteskan airmata. Mereka sama-sama terharu karena buah hati mereka akhirnya akan menikah.

Tony Herlambang merasa heran dengan tingkah polah kedua wanita yang di hormatinya itu. Dengan rasa ingin tahu, dia mendekat, “ada kabar gembira apa, ma, tante? Kok sampai tertawa sambil menangis?”

“Ini bukan tertawa sambil menangis Ton, tapi kami merasa terharu dan bahagia. Karena anak kesayangan mama satu-satunya akan segera menikah. Selamat ya nak..” Nyony Dinata memeluk dan mencium pipi Tony.

Mendengar itu Tony terhenyak, “selamat untuk apa ma?”

Nyonya Dinata menyahut, “Friska bersedia menikah denganmu…”

Tony terkesiap, tak percaya dengan apa yang di dengarnya, “benarkah ma?”

Nyonya Dinata mengangguk pasti, “benar… kalau tidak percaya tanyakan pada tantemu ini. Eh.. mulai sekarang kau harus memanggilnya mama. Karena tante Gunawan akan segera menjadi ibu mu juga..”

Tony menatap nyonya Gunawan dengan rasa ingin tahu, “benarkah tante?”

Nyonya Gunawan mengangguk, “benar, nak Tony. Semalam, Friska menelpon tante dan memberitahu kalau dia menerima lamaran mamamu…”

Tony terlihat takjub mendengar kepastian itu.

“Apakah Friska belum memberitahumu, nak?” tanya nyonya Dinata.

Tony menggeleng, “saya bertemu dengannya semalam. Tapi dia tak mengatakan apapun. Kalau mama dan tante mengizinkan, saya akan pergi menemuinya untuk menayakan kabar gembira ini sekalian ke kantor..”

Nyonya Gunawan dan nyonya Dinata mengangguk bersamaan. Tony mencium pipi mamanya dan mencium tangan Nyonya Gunawan sebelum pergi. Melihat kesantunan Tony, nyonya Gunawan sangat  gembira, karena sebentar lagi, pria santun itu akan menjadi menantunya.

Tanpa membuang waktu lagi, Tony segera mengeluarkan Porche metaliknya dan meluncur membelah keramaian lalu lintas. Tujuan utamanya, tak lain dan tak bukan adalah kediaman Friska Saraswati.***



Friska sudah duduk di belakang kemudi dan sedang menunggu pintu gerbang terbuka sepenuhnya, ketika Porche metalik Tony memasuki pintu gerbang dan berhenti tepat di depan CR-V nya. Dengan wajah tegang, Tony keluar dari mobilnya dan membuka pintu kemudi CR-V. Dengan kasar dia menarik Friska agar turun dari mobil.

Lalu dengan sekali sentak dia mendorong Friska hinga terhimpit di antara badan mobil dan tubuh kekar Tony. Tanpa permisi, Tony mengulum bibir Friska. Friska memberontak, tapi Tony menekankan tubuhnya ke tubuh Friska. Friska tak berkutik. Dia hanya bisa memejamkan mata dan menerima dengan pasrah perlakuan Tony. Awalnya ciuman itu sangat kasar. Lalu perlahan melembut dan penuh perasaan. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Tony menghentikan ciuman itu dan menarik tubuhnya menjauh.

Friska membuka matanya dan menatap Tony yang sedang menatap tanah dengan punggung tangan menutupi bibirnya.  Friska menunggu tindakan Tony selanjutnya.

Tony menatap Friska dengan tatapan binggung, “aku tak tahu mengapa kau menerima perjodohan ini. Ku mohon, pikirkan sekali lagi. Kau tidak akan bahagia jika menikah denganku, karena aku mencintai perempuan lain…”

Lalu tanpa menunggu sahutan Friska, Tony kembali ke mobilnya dan bergegas pergi. Friska menenangkan hatinya yang berdebar-debar  tak menentu. Reaksi yang di tunjukan Tony benar-benar di luar dugaannya. Friska tahu kalau Tony bakal menolak perjodohan itu, tapi dia sama sekali tak menyangkah kalau cara penolakannya begitu dramatis.

Dan ciumannya itu….
Friska menyentuh bibirnya dengan punggung jemari. Dia masih merasakan kehanggatan bibir Tony saat mengulum bibirnya.  Friska mengusap bibirnya dengan wajah merona menahan malu. Itulah pertama kalinya dia di cium pria setelah sekian lama. Atu tepatnya sejak Afrizal, pria terkasihnya pergi untuk selamanya.

Friska masuk kemobilnya. Dia mengamati wajahnya, terutama bibirnya dari cermin yang menggantung di kemudi. Lipstiknya porak-poranda. Friska mengambil Lipstik dari dalam dompet kosmetiknya dan memoles bibirnya lagi. Setelah cukup rapi seperti semula, Friska menyimpan kembali lipstiknya dan bergegas menghidupkan mesin mobil yang sempat mati dan keluar gerbang. Friska menunggu hingga pintu gerbang benar-benar tertutup sebelum meluncur  membelah jalan raya.

NEXT

Popular Posts

Loading...
Loading...