Loading...
Loading...

Kekasih Kelabu bag 7


Teman pria pemilik mobil Toyota turun dan menghampiri keduanya. Dia adalah Tony. Tony kaget melihat Friska. Friska pura-pura tak mengenal Tony demi teman wanitanya. Tapi Tony malah menyapanya dengan ramah. Teman wanita Tony merasa heran, “kau mengenalnya?”

Tony mengangguk, “ya. Ibunya teman karib mama…” Lalu Tony mengenalkan Friska pada wanita itu yang ternyata adalah Natalia. Friska menyapa Natalia dengan anggukan kepala. Natalia membuang wajah dengan kesal.

Tony mengamati kerusakan di mobilnya dan berkata dengan santai, “tak perlu khawatir, hanya lecet kecil. Bawa ke bengkel, pasti mulus lagi…”

“ya. Kirimkan tagihannya padaku..” ucap Friska.

Tony menepiskan tangannya, “naah… tak perlu. Pihak Asuransi akan mengurusnya. Kembalilah ke mobilmu. Ini sudah larut. Mamamu pasti khawatir…”

Lalu tanpa menunggu sahutan Friska, Tony merangkul Natalia dan menyuruhnya kembali kedalam mobil. Friska iku masuk kembali ke dalam mobil. Sebelum meluncur, Tony melambaikan tangan pada Friska yang di balas Friska dengan anggukan.

***

Dalam mobil, terjadi perdebatan kecil antara Natalia dan Tony. Natalia kesal karena Tony bersikap lunak pada Friska, “seharusnya dia di denda. Agar lain kali lebih hati-hati saat mengemudi..”

“Sudahlah, hanya lecet kecil saja. Tidak akan mengganggu perfomanya…” hibur Tony.

“Tapi mobilku akan terlihat cacat…”

“Tidak akan! Mobil mu akan mulus kembali seperti sedia kala. Percayalah. Para ahli yang akan menanganinya…”

“Awas kalau tidak mulus. Aku mau ganti mobil baru..” ancam Natalia.

“Ganti mobil lagi? inikan masih baru..”

“tapi kan sudah lecet…” protes Natalia.

“Hmm…..” Tony hanya bisa berhemmm. Natalia merengut kesal.

Tony meliriknya dengan mesra, “daripada ganti mobil baru, lebih baik kita gunakan uangnya untuk jalan-jalan ke Mauritus, bagaimana? Katanya kau ingin pergi kesana?”

Natalia terloncak gembira, “benarkah??”

Tony mengangguk. Natalia menghabur kearah Tony dan menciumnya, “terima kasih ya sayang, kau baik sekali…”

Tony tertawa renyah.
***

Setelah memasukan mobil kedalam garasi, Friska bergegas pergi ke kamarnya. Setelah menyegarkan diri, dia meraih hp dan menelpon mamanya.

Nyonya Gunawan  kaget  mendapat telpon malam-malam dari Friska, “ada apa? Apa semua baik-baik saja?”

Friska mengiyakan, “Iya ma. Aku hanya ingin memberitahu mama kalau aku setuju dengan perjodohan itu…”

Nyonya Gunawan terlonjak dari tempat tidurnya dengan wajah tak percaya, “benarkah? Kau sungguh-sungguh?”

Friska balik bertanya, “pernahkan Friska  membohongi mama?”

Nyonya Gunawan mencium telponnya seolah-olah dia mencium Friska sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali dan melemparkan hpnya ke tempat tidur begitu saja. Lalu dengan wajah bahagia, dia membangunkan Tuan Gunawan dan memberitahukan kabar gembira itu. Tuan Gunawan ikut gembira. Suami istri itu berpelukan.

Di seberang, Friska tersenyum membayangkan reaksi mamanya. Tapi wajah yang tersenyum itu tak bisa menyembunyikan rasa tegang. Malam ini, tanpa pikir panjang dia telah mengambil keputusan besar. Keputusan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan pria yang baru saja di kenalnya. Tapi entah mengapa dia merasa sreg dengan Tony. Mungkin karena pria itu tidak mencintainya. Friska merasa kalau pernikahannya nanti akan menjadi win-win solutions baginya dan Tony. NEXT

Bagikan :
Home
loading...