Loading...
Loading...

Kekasih Kelabu bag 6


Pada mulanya, itu hanyalah sebuah rumah keluarga biasa.  Penghuninya pun hanya Nelly dan adiknya yang bernama Adam dan seorang caretaker yang sengaja di bayar untuk mengurus rumah dan kedua kakak beradik itu. Lalu Nelly mengajak temannya yang yatim piatu dan sebatang kara tinggal bersamanya. Lalu ada kerabat yang menitipkan anak terlantar yang di temuinya dalam sebuah perjalanan. Lalu beberapa anak yatim dan sebatang kara berdatangan.
Rumah kecil itu tak mampu lagi menampung penghuninya yang semakin banyak. Lalu dengan bantuan para donatur dan hamba Allah yang perduli sesama, di bangunlah sebuah rumah yang lebih besar,  berlantai 2 dan memiliki  20 kamar. Dan di tahun kedua sejak di dirikan, rumah penampungan itu resmi menjadi Yayasan Yatim Piatu Al Ikhlas.
Yang menjadi ketua Yayasan  Nyonya Gunawan.  Namun yang bekerja di belakang layar adalah Friska. Friska yang memenej semuanya.  Membuat peraturan untuk para penghuni panti asuhan dan menerapkan disiplin yang kekeluargaan. Setiap yang berusia di atas 8 tahun wajib mengurus dirinya sendiri dan membantu mengurus yang lebih muda semampunya. Caretaker di tambah jumlahnya. Tukang masak di sewa khusus untuk memasak makanan bergizi untuk anak-anak itu. Secara umum rumah tangga panti itu adalah yang paling ideal di antara panti-panti yang lain. Dan yang paling spesial, Panti Asuhan Al Ikhlas punya dokter pribadi yang bisadi panggil kapanpun penghuni panti membutuhkannya. Dokter Friska Saraswati.
Begitu Friska tiba di panti, dia segera menuju ke kamar Nelly. Nelly terlihat berbaring memejamkan mata menahan nyeri di kepalanya. Friska memeriksa kondisinya dan meminumkan obat anti migrain yang ada di kotak obat khusus milik Nelly.  Nelly melakukan semua itu dengan mata tertutup.

Friska membaringkan tubuh Nelly di atas tempat tidur.  Adam duduk di samping kakaknya dengan cemas. Friska menyuruh Adam kembali ke kamarnya. Tapi Adam menolak, “bolehkan aku tidur bersama kak Nelly bu dokter?”
Friska tersenyum sambil menggeleng, “tidak. Kau laki-laki, dan harus tidur di kamar khusus laki-laki. Jangan khawatir, bu dokter dan ibu panti akan menjaga kakak mu dengan baik.  Sekarang, kembalilah ke kamarmu. Malam sudah larut…”
Dengan enggan Adam menurut. Salah satu ibu panti yang masih mudah, yang bernama Nurul mengantar Adam ke kamarnya.
Friska berbincang-bincang dengan ibu panti yang lebih tua. Dia menanyakan keadaan di panti secara umum. Ibu panti memberitahu Friska tentang kegiatan di panti. Bahwa segalanya berjalan lancar seperti intruksinya. Friska merasa lega.
Ketika Friska memeriksa perkembangan Nelly, gadis malang itu telah tertidur. Malam sudah larut. Friska pamit pulang, setelah berpesan pada ibu panti, agar menyuruh salah satu caretaker untuk menginap dan menjaga Friska. Ibu panti mengangguk takzim. Friska segera beranjak pulang.
Mungkin karena kurangnya pengamatan, saat keluar dari halaman panti menuju jalan raya, bamper depan CRV Friska menyenggol sebuah sedan baru keluaran Toyota. Si pemilik Toyota yang adalah seorang wanita keluar dengan wajah menyesalkan. Friska mematikan mesin mobilnya dan ikut turun melihat.
Si wanita menegur Friska dan memarahinya karena kurang hati-hati. Dengan perasaan bersalah, Friska minta maaf. Si wanita meminta ganti rugi. Friska tak mau ribut dan menyetujuinya. Si wanita inginkan KTP Friska sebagai Jaminan. Friska menolak, dia hanya memberikan nomer telponnya. Keduanya berdebat.
Bagikan :
Home
loading...