Bulan Darah Biru terbesar - Super Blue Blood Moon 31 Januari 2018.

Apa itu Bulan Darah Biru Terbesar? Ada kisahnya. Kemarin my lovely Jin padang tanya, "kalau Super Blue Blood Moon di Indonesiakan, susunan katanya kayak apa ya mbak?" Karena males mikir, saya jawab saja tidak tahu, "binggung juga diriku..." Dan setelah itu, celetukkannya membuat saya penasaran. Rasa penasaran itu yang membuat saya membuat postingan ini...

Super Blue Blood Moon berasal dari bahasa Ingris. Kalau mau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, maka harus di balik. Karena aturan tata bahasa Ingris berbeda dengan aturan tata bahasa Indonesia. Pola tata bahasa Indonesia adalah 'diterangkan-menerangkan/DM'. Sementara dalam bahasa Inggris adalah 'menerangkan-diterangkan/MD'.

Jika kita menyebut sebuah 'bendera merah' orang Ingris akan menyebutnya dengan terbalik, menjadi 'Red Flag' meski urutan tulisannya berbeda, namun maksudnya sama. Hal ini karena pola DM dan MD tadi.

Sekarang dengan cara yang sama kita terjemakan Super Blue Blood Moon kedalam bahasa Indonesia. Maka susunan katanya akan menjadi Bulan Darah Biru Terbesar. Artinya apa? Saya juga binggung. Tapi maksudnya saya paham... ya super blue blood moon itu tadi. Itulah mengapa tidak semua bahasa asing memiliki padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Terkadang sesuatu itu tidak perlu di terjemahkan, cukup di ketahui dan di pahami maksudnya... 


Malam ini harusnya ada Super Blue Blood Moon muncul di ufuk timur. Tapi langit sedang mendung semendung-mendungnya di hiasi dengan kilatan petir dan gemuruh halilitar. Di masjid terdengar ajakan untuk melaksanakan sholat gerhana. Gerhananya tidak akan terlihat, tapi tetap berlangsung. 

Tahukan Anda jika fenomena Super Blue Blood Moon kali ini adalah yang pertama sejak kemunculannya di tahun 1866? Ini adalah Indikasi kalau fenomena ini adalah langkah dan terjadi sekali seumur hidup. Jadi wajatkan kalau saya pingin banget (ngebet) pingin menyaksikannya. Tapi Tuhan berkehendak lain...  

Saya pernah menyaksikan supermoon (jarak terdekat bulan ke bumi) di tahun 2011, blood moon (bulan berwarna merah darah selama gerhana) di tahun 2017 dan blue moon (purnama kedua di bulan yang sama) di tahun 2016. Tapi kesempatan menyaksikan ketiganya, seharusnya terjadi malam ini, tapi sayang, hujan deras sedang berlangsung. Hujan yang memang saya tunggu-tunggu sejak seminggu yang lalu. Karena tanah mulai gersang dan kerontang. 

Sedikit kecewa, tapi saya percaya, selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Allahu Akbar....

Bagikan :
Home
loading...