Agora tragedi Hypatia

Agora tragedi Hypatia. Setelah sekian lama tidak menanggis, malam ini, mataku banjir airmata. Bukan karena KDRT atau  ada yang menyakiti. Tapi karena nonton Film jadul berjudul AGORA. 

Tak peduli kalau ada yang tertawa mengejek sambil mencibir, "dasar cengeng!" Sama sekali tidak perduli.  Bukan karena tak punya rasa malu, tapi karena airmata ini tak bisa dibendung agar tidak menitik. Momennya sangat tepat untuk baper.  

Gara-garanya, nonton filmnya di balik. Endingnya dulu... baru di putar dari awal.  Yang pertama muncul, adegan saat Hypatia di tangkap oleh pengikut Cyril, di telanjangi dan di lecehkan. Lalu Davus, mantan budak ayah Hypatia, membantu mencekik lehernya dengan harapan agar Hypatia tidak merasa kesakitan saat massa merajam tubuhnya.

Davus yang malang. Rasa cintanya yang besar tak mampu menyelamatkan Hypatia. Karena dia tidak mampu membujuk saudara nasraninya agar melepaskan Hypatia, Sehingga sebelum dirinya di cap pengkhianat, dia terpaksa mengkhianati cintanya sendiri.

Kematian Nona, Guru serta filosofer Yunani serta pengorbanan Davus yang membuatku bersimbah airmata. 

Ternyata, sejak dulu, sejarah sudah membuktikan kalau manusia itu kejam dan tidak berprikemanusiaan. Mereka hanay perduli pada kepentingan mereka sendiri., yang tidak sejalan harus dimusnahkan atau di hancur leburkan. Bahkan jika musuhnya itu adalah pihak yang benar. Karena bendarnya musuh adalah salah bagi mereka.


Zaman telah menunjukan, bahwa umat yang mengaku mendapat ajaran kasih sayang sekalipun akan berubah menjadi anarkis dan teroris jika sudah berhubungan dengan keyakinan. SUngguh menyendihkan...

Karena sangat menyedihkan itulah akhirnya diriku tak henti-hentinya menitikkan air mata. Aku berharap, di masa-masa sekarang, ketika setiap golongan berjuang untuk kemerdekaan golongannya, tidak ada Hypatia-Hypatia lain yang mati sia-sia...  
Bagikan :
Home
loading...