Sinopsis Geet Antv episode 56 bag 2 10 Maret 2017

Sinopsis Geet Antv episode 56 bag 2 10 Maret 2017.  Maan pergi kekantor dengan perasaan menyesla karena telah berusaha menjauhi Geet, "maarkan aku Geet, aku tahu betapa jarak yang ku buat ini menyusahkanmu. tapi ini kulakukan dengan terpaksa, karena aku tak bisa mendekatimu dan juga tak bisa memberitahunu. Akujuga menrindukanmu sebesar rasa rindumu padaku. tapi akuy akan menangungnay Geet, menanggung semua ini demi dirimu.."

Geet memutuskan untuk memberitahu nenekbahwa maan menjauhinya. tapi nenek sedang nonton Tv dan menahan Geet bicara karena aada adegan bagus. Di tV diperlihatkan adegan seorang anak memberitahu ibuny akalau suaminya menjauhinya. SI ibu mengatakan kalau suami menjauhi istrinya , artinya dia sudah tidak cinta lagi. Geet gelisah dan gusar. Dia jadi berpikir yang sama, bahwa Maan tidak lagi mencintainya, "setelah menikah, cinta akan lenyap.." Nenek menanyakan Geet, "Geet, apa yang ingin kau katakan?" Geet tersentak kaget dan berkata kalau tak ada apa-apa lagi. Geet sudah sampai pada pemikiran kalau Maan menajuhinya karena tak mencintainya lagi dan mencoba untuk pergi darinya. Geet sedih.


Anne pergi ke kantor Arjun dan melihat dekorasi, anne berpikir itu untuknya. Anne masuk ke ruangan Arjun dan melihat Arjun sedang memasangkaan cincin untuk gadis lain. Anne shock. Arjun berkata, "selamat ulang tahun, ini untukmu!" Anne tak kuasa menahan emosi, dia menghampiri Arjun dan protes, "jadi kau membalikaan cincin ini untuknya?" Apa yang kau lakukan?" Arjun balik bertanya dnegankaget, "ap ayang kau lakukan di sini?" Anne balas betanya, "mengapa? Waktunay tidak tepat? APakah kau membeli cincin ini untuknya?" Arjun menjawab, "ya, dia adalah teman spesialku, Priya. Kenapa? apakah kau ada masalah dengannya?" Anne menjawab, "mengapa aku ada masalah? tapi tolong katakann padaku satu hal, mengapa kau menghindari aku? Penjaga mu juga berbohong padaku. Mengap akau melakukan ini?" Arjun meminta Anne membicarakan itu nanti saja, karena sekarang ulang tahun temannya, 'aku tak ingin menrusak acaranya. jadi kita berdebat nanti saja.." Setelah berkat abegitu Arjun pergi.

Maan duduk di sofa di ruang tamu. Dia bertanya-tanya apa yang harus dia lakukan agar menjauhkan geet darinya. Maan membatin, "ini masalah besar." Nenek melihat maan dan menyapanya, "apa yang kau lakukan di sini? Geet menunggumu.." Maan menjawab, "kekenyangaan, jadi aku besantai sejenak.." Maan bingung..

Maan duduk di samping Geet di tempat tidur dan membaca majalah. Geet menatap Maan dan bertanya, "ap akau butuh sesuatu? Minum susu sebelum tidur?" maan menggeleng, "tidak!" Geet menatap Maan. Maan meras ajengah dan bertanya, "Geet, mengaapa kau melihatku begitu?" geet berkata, "aku menunggumu selesai belajar dan datang ke tempat  tidur.." maan menjawab, "itu butuh waktu, kau tidurlah dulu.." 

Geet menyentuh kaki Maan dengan kakinya tanpa sengaja, Maan menarik kakinya. Geet menyentuh telinga Maan, Maan menyuruh Geettidur. Geet menurut. Dia berbaring dan memejamkan mata. Maanbangkit dan pergi ke sofa. Geet ikut bangkit dan mendekatinya. Maan mendengar suara gelang kakinya dan kaget melihat Geet ada di dekatnya. Geet menatap maan dengan tatapan terluka. maan bertanya, "mengapa kau belum tidur?" Geet menjawab, "bagaimana aku bisa tidur? Melihat mu bersikap begitu? Mengapa kau coba menjauhi aku? Sejak pernikahan kita, kau berubah..."

maan menyahut, "tidak geet. Tidak..." Geet menyela, "bersumpahlah padaku bahwa kau tidak coba menjauhiku?" Maan terdiam. Geet terluka, "jadi benar? Kau ingin menjauh dariku? ok...baiklah, mulai sekarang kau jangan datang kedekatku!" Geet berkata lagi dengan mata berkaca-kaca, "kau menunjukan padaku begitu banyak mimpi, bahwa setelah pernikahan aku akan selalu bersamamu. kau selalu cari cara untuk mendekatiku. Tapi setelah pernikahan, kau mencari alasan untuk menjauhiku... mengapa?" maan menjawab, "maafkan aku Geet, aku tahu kau maraj. tapi aku sendiripun tidak bahagia.."

Geet menyela, "kalau begitu, mengapa kau menjauhi aku?" Maan coba menjelaskan, "tidak seperi itu... kau tidak tahu betapa sulitnya bagiku..." Geet berkata, "suami mana yang meningglkan istrinya di malam pertama? Suami mana yang mau menjauhi dari istrinya di malam pertama? kau tak punya jawabannya kan?" Maan membayangkan kehamilan Geet dan berkata dengan ragu, "kauingin jawabannya? baiklah, aku akan menjawabnya..."

maan berkata dengan berapi-api, "aku senang membuatmu menangis, aku bahagia melihatmu terluka.." Geet terkejut dan tertegun denan mata berkaca-kaca. Maan berkata lagi, "aku menjadikanmu menantu keluarga Khurana, memberimu kehidupan yang nyaman dan tenang, seharusnya kau bahagia. Aku tak ingin menjawab pertanyaanmu lagi. Jika kau tak suka dengan kelakuanku, itu urusanmu!!"

Geet terpukul dan tercabik-cabik mendengar kata-kata Maan. Dia menangis tersedu-sedu. Maan sedih melihatnya, dan peri beitu saja tanpa berusaha membujuk Geet. Tangis Geet menjadi-jadi... 
Bagikan :
Home
loading...