Geet 186 bag 4 "Geet Pingsan dalam pelukan Maan"

Sambil melangkah pergi, Maan menapat telpon dari rumah sakit yang mengingatkan tentang check up istrinya, "jaji temunya jam 2 siang ini untuk nyonya Khurana. Adna akan datang kan pak?" Maanmenjawab cepat, "ya, suster, kami akan datang!" Maan bergumang, "dalam kemarahanku aku lupa, bahwa aku seharusnya menjaga dia bukan  menyulitkannya. AKu bahkan lupa kalauharus membawa Geet ke rumah sakit untuk check up. entah apakah Geet uingat atau tidak.." Lalu Maan berjalan menuju ruang arsip untuk menemui Geet.

Geet yang kelelahan mengusap keningnya dan duduk di kursi sambil mengipas-ngipas tubuhnya. Dia terlihat sangat lelah. Saat membenahi rambutnya, liontinnya tersangkut di cincinnya. Geet berusaha melepaskannya. Geet teringat saat Maan memasangkan cincin itu di jarinya. Geet sedang menatap cincin itu ketika Maan datang dan menyapa, "geet.." Geet kaget dan bergegas berdiri. Maan melihat geet berkeringat dan mengamainya dengan seksama. 


Maan mendekat hendak menyeka keringat Geet, tapi mengurungkan niatnya. Maan menatap sekeliling dan bertanya, "ruangan ini punya kipas angin atau AC?" Geet menajwab, "arsip lama tidak butuh kipas angin. Siapa yang bekerja dengan file-file ini?" Maan membuka jednela. Angin menepa masukd an menerbangkan kertas-kertas file. geet kesulitan memeganginya. Maan berdiri dan menatap Geet yang susah payah mempertahankan file-file itu dari tiupan angin.

Geet cepat-cepat bangkit dan tiba-tiba merasa pusing. geet terhuyun hampir jatuh, untuk maan memeganginya tepat waktu. Geet tersadar dan segera menjauhi Maan. Maan bertanya, "Geet, apakah kau baik-baik saja? geet mengangguk. Maan berkata, "aku lupa.. maksudku, Geet apakah kau ingat kalau kau harus pergi check up?" Maan mendengar suara berisik, dia melihat cincin terjatuh di lantai. Saat Maan menoleh lagi kearah Geet, Geet da=sduah jatuh pingsan. Maan mengakap tubuh Geet dan menepuk-nepuk pipinya untuk membangunkan dia, "Geet..buka matamu!"


Maan mendudukan Geet di kursi dan berkata, "geet buka matamu.." Maan menggosok tangan dankaki Geet dengan cemas sambil memanggil namanya. Maan menyesali diri, "semua ini karena diriku. Untuk menjauhkanmu dari aku. Aku mengatakan apapun yang terlintas di pikiranku. Karena itulah aku menggirimmu kesini. Tolong buka matamu..!" Maan mengambil segelas air dan memercikkannya ke wajah Geet. maan berkata, "Geet, maafkan aku.."
Bagikan :
Home
loading...