Seperti Air di Daun Talas

Kau tidak akan pernah tahu betapa aku merindukanmu.
Jika aku memendamnya dalam diam,
bukan karena aku tahan tapi karena aku menghargai keputusanmu.

Setelah sekian lama bersama...
Bercanda,  bertengkar,
Saling ejek, Saling hina,
Sehari mesra, sehari marah..
Sehari kesal, sehari senang..
Sehari benci, sehari rindu...
Merajuk, tertawa bersama...
Berbincang hingga larut...
Saling mengingatkan...
Saling bertukar pengalaman...
Semuanya terasa begitu menganggumkan..
Karena aku hanya melakukan itu denganmu..
Dan kau menjadi begitu istimewa bagiku...
karena bersamamu..
hidup ku menjadi penuh warna

Kau tahu kejelekanku...
Bahkan kau mungkin berpikir tak ada yang baik di diriku...
Keras kepala, egois, mau menang sendiri
Begitu kau selalu mengataiku..
dan aku akan merajuk... lama..
hingga aku merindukanmu lagi..

Aku merasa tak perlu terlihat baik di depanmu...
Aku merasa tak perlu menjaga image di hadapanmu..
Aku mempercayakan rahasiaku padamu
Karena aku tahu kau akan menyimpannya ..

Aku mungkin akan selalu menyangkal kata-katamu meski itu benar..
Karena aku tidak ingin membuat segalanya mudah bagimu..
tapi pernahkan kau berpikir,
bahwa setiap kata yang kau ucap terkadang menjadi bahan pemikiranku?

Aku ingin kau menjadi dirimu, bukan boneka ku..
Aku juga tidak pernah ingin kau menjadi seperti yang aku ingin
Kau istimewa saat kau menjadi dirimu sendiri...
Kau selalu menemukan sisi buruk di diriku untuk kau ejek, kau caci dan kau katain..
Dan aku akan marah-marah... merajuk dan kesal
Tapi tahukah kau ..
Kau membuatku intropeksi
Dan aku merasa lengkap karena itu...

Banyak yang ku pelajari dari mu...
Yang tidak bisa ku temukan dalam buku...
Tapi kau tak akan tahu itu...
karena aku terlalu angkuh untuk memujimu..
Untuk memberitahumu bahwa kau benar...

Aku tidak akan pernah meninggalkanmu..
Aku tidak akan menyerah padamu..
kau akan selalu ada di hatiku...

Aku ingin pertemanan kita seperti air di daun talas..
Walau tergenang tapi tak akan meninggalkan bekas...
karena hanya ion bermanfaat yang akan di serap..
yang lain di buang lepas..

Aku ingin begitu juga kita......
Betapa banyak ejekan, kemarahan kita ucapkan...
Semoga tak akan membekas...
Hanya yang baik saja yang kita ingat
sementara yang buruk...
biarkan lenyap terhempas..

Kadang kebenaran memang menyakitkan..
Meski tak ada niat untuk menyakiti...

Semoga kau tahu...
Bahwa di suatu tempat terpencil dunia ini...
ada orang yang sedang merindukanmu..
dan selalu menunggu sapaan mu...

November Kelabu 17/11/2016

Bagikan :
Home
loading...