Khayalan yang Tercela!

Khayalan yang Tercela! Pernah berkhayal tentang sesuatu yang mustahil dan tidak mungkin lalu ada orang yang menyempatkan diri untuk mencelanya? Siapa yang sebenarnya  kurang kerjaan? SI pengkhayal itu atau orang yang mencelanya? Menurutku kedua-duanya sama-sama kurang kerjaan. Terutama si pengkhayal yang menghayalkan  sesuatu yang jelas-jelas tidak mungkin. Dan orang yang mencela itu, sudah tahu kalau itu cuma khayalan, masih juga di cela.. weleh..weleh...#tepukjidat dech

Si pengkhayal  dan orang yang mencelanya sebenarnya sahabat pena, itu kalau dia hidup di tahun 80 an ketika surat pos dengan perangko yang bergambar aneka rupa masih berseliweran diudara. Ada yang terrbawa kilat sehingga bisa tiba lebih cepat ada juga yang nyangkut di pohon kersen dan tak kemana-mana. 

Tapi karena sekarang ini adalah zaman gadget di mana media sosial telah merajalela, maka kita sebut mereka sebagai teman dunia maya. Teman yang selalu saling sapa tapi tak pernah bersua karena itu disebut teman dunia maya.  Cukup segitu tentang dunia maya. Sekarang masih kita bicara tentang khayalan si pengkhayal. 

Konon, si pengkhayal sedang mengalami gangguan metabolisme. Seberapa sedikitpun dia makan, dia tak lagi bisa kurus. Puasa Ramadha 30 hari (minus Menstruasi) tidak membuat timbangan badannya turun. Minum teh Hijau kepala jenggot dan jeruk nipis tiap pagi sebelum sarapan hanya menyisakan rasa pahit di lidah dan meningkatkan asam lambung yang menguap hingga membuat sesak di dada (hiperbola) Intinya, apapun yang di lakukannya, tidak satupun yang bisa membuat jarum timbangan bergerak ke arah yang di harapkan.


Lalu, di sela-sela kesibukannya, si pengkhayal ini terus membaca dan berusaha mencari solusi untuk masalahnya. Yang di temui olehnya adalah mbah google. Mbah Google yang ramah itu membisikan setumpuk pengetahuan tentang makanan dan kesehatan yang dengan rajin di simak oleh si pengkhayal.

Dari bisikan mabah Google itu, si pengkhayal mengambil kesimpulan kalau kondisinya ini di sebut dengan istilah Resistensi  Insulin. Yang asumsikan oleh pengkayal sebagai kondisi di mana Pangkreas terus menerus memproduksi insulin untuk mengambil glukosa dalam darah dan menyimpannya dalam sel. Tak perduli berapa banyak dia makan, semua akan tersimpan dalam sel. Karena itu dia tidak pernah bisa kurus dan selalu gemuk meski satu bulan berpuasa (minus menstruasi 6 hari).

Karena tidak tahu harus bagaimana, si Penkhayal kembali bertanya pada mbah Google tentang cara menurunkan kadar insulin. Mbah google juga terlihat binggung. Karena selama ini sepertinya tidak ada yang tanya bagaimana caranya menurunkan kadar insulin.

Si Pengkhayal tidak kurang akal, dia mengganti pertanyaanya, "apa yang merangsang produksi insulin?" Dengan pertanyaan ini mbah google sedikit memberi respon mesti hanya sedikit. Dia memberitahu beberapa jenis makanan yangd apat merangsang sekresi insulin dari pankreas, salah satunya adalah cabe. Capcaisin dalam cabe merangsang sekresi insulin. Si pengkhayal langsung jatuh percaya dengan kata-kata mbah google ini. Pasalnya dia adalah penyuka makanan pedas.

Tidak mau mengambil hipotesa membabibuta, si Pengkhayal mengamati lingkungan sekitarnya. Kakaknya, keponakannya dan sepupunya semua penyuka pedas dan kebetulan punya tubuh yang subur seperti dirinya. Sementara itu keluarga yang lain yang tidak begitu menyukai cabe, badannya biasa-biasa saja. Bahkan ada yang punya bodi ideal. Seberapa banyak dia makan, badannya tidak pernah melar.  Bahkan cenderung kurus kering seperti orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Dari hasil pengamatan itu, si Pengkhayal mengambil kesimpulan kalau cabe atau makanaan pedas yang menyebabkan dirinya gemuk. Karena itu dia memutuskan untuk diet tidak makan makanan pedas.

Si pengkhayal dengan bangga memberitahu teman mayanya tentang rencana dietnya tersebut. Dengan meyakinkan dia mengungkapkan hasil pengamatan dan kesimpulan yang di ambilnya. Si teman maya untuk sesaat tergoda dan ingin ikut mengurangi makan makanan pedas. Untungnya si teman maya ini cerdas, Dan bertanya pada si pengkhayal, "kamu baca artikel tentang diet cabe itu di mana?"

Si pengkhayal dengan penuh percaya diri memberitahu si teman maya bahwa tidak ada artikel tentang itu karena belum ada penelitiannya. Dan bahwa itu hanya hasil kesimpulannya dari apa yang di bisikan mbah Google. Si teman maya tertawa terbahak-bahak dan membatalkan keinginannya untuk ikut diet cabe. Karena menurutnya apa yang di katakan  si Pengkhayal belum terbukti, "rugi dong udah nggak makan cabe tapi nggak kurus-kurus juga. .." Kalau tidak salah si teman maya tidak percaya dengan kesimpulan si pengkhayal, "kalau itu memang benar pasti ada penelitiannya.."

SI pengkhayal dengan santai menjawab, "para ilmuwan tidak sempat meneliti karena itu kan nggak komersil. Kalau aku sekolah di Harvard pasti aku akan meneliti itu..."

Si teman maya tergelak-tergelak sambil berkata, "tidak mungkin. Kau tidak akan masuk kesana, karena hanya orang pinter saja yang bisa di terima di Harvard...maksudku kau memang pinter, tapi bukan pinter level Harvard.."

Si pengkhayal langsung sewot. Walaupun dia sadar apa yang di katakan si teman maya itu benar, tapi dia tetap tidak bisa terima dan merasa kesal tingkat dewa. Ada yang tahu mengapa??Winking smile
Winking smile

Bagikan :
Home
loading...