Rumus Genetik BUTA WARNA.

Rumus Genetik BUTA WARNA.  Buta warna adalah penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan warna. Bukan sembarang warna, biasanya warna -warna tertentu saja, seperti merah dengan biru atau warna kuning dengan hijau.  Dulu saya tidak menganggap ini penting sih.  Karena buta warna kan bukan penyakit berbahaya yang bisa menular atau bisa membuat penderitanya tidak bisa hidup bahagia.  Tapi  jika definisi hidup bahagia di hubungkan dengan kemampuan seseorang untuk menikmati keindahan spektrum warna..ya..bisa jadi ini menjadi masalah yang tidak ada solusinya.  Atau jika definisi hidup bahagia di kaitkan dengan pencapaian cita-cita atau keinginan untuk menekuni profesi tertentu.  Karena bagi mereka yang ingin berkecimpung dalam profesi yang membutuhkan kejelian dan ketelitian dalam membedakan warna, derita buta warna ini akan menjadi masalah besar.

Lalu mengapa saya membahas mengenai buta warna jika ini tidak penting untuk saya?  Penting dan tidak penting kan sifatnya relatif.  Sesuatu hal akan menjadi penting jika kita tiba-tiba mengambil berat terhadap hal tersebut. Semua bermula dari bahasan ringan tentang keponakan lelaki saya yang menderita buta warna parsial. Dia tidak bisa melihat warna tertentu jika warna itu di gabungkan dengan warna lain. Kami menganggap kelainan yang di deritanya ini wajar, karena ayah dari keponakan saya itu juga seorang buta warna partial.  Dengan pengetahuan dan perkiraan orang awam, kami secara tidak langsung menuduh ayah keponakan saya ini yang menurunkan sifat buta warna pada anak lelakinya. Keponakan saya, yang AF ini adalah anak dari kakak pertama saya. Dia bukan seorang buta warna.  Walaupun tidak pernah menyalahkan kakak ipar, tapi kalau sudah berbicara tentang profesi yang gagal di tekuni AF karena dia gagal saat tes buta warna kami tiga bersaudara (perempuan semua) selalu menganggap kalau  kelinan genetik itu berasal dari kakak ipar.

Masalah baru muncul, ketika tiba-tiba ponakan laki-laki saya yang lain yang berinisial  AY, (anak kakak kedua) juga menderita buta warna parsial.  Kebetulan bapak AY ini bukan penderita buta warna.  Karena penasaran, akhirnya saya buka-buka lagi buku biolgi SMA yang membahas tentang HEREDITAS.  Alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa gen buta warna terpaut pada Kromosom X, yang artinya, jika seorang anak lelaki mengalami buta warna, itu karena ibunya adalah penderita buta warna atau pembawa gen buta warna. Artinya lagi, kami 3 perempuan bersaudara   yang tidak buta warna ini adalah pembawa sifat buta warna.  Lalu siapakah dari kedua orang tua kami yang membawa sifat buta warna? Sangat susah mengetahuinya karena kami tidak punya saudara perempuan.  Jika bapak saya yang buta warna, maka ada kemungkinan saya juga adalah pembawa sifat buta warna. Tapi jika ibu saya yang adalah pembawa/penderita maka bisa jadi saya normal, karena kedua kakak saya sudahpun pembawa sifat buta warna.  Tapi apakah semua tentang genetik selalu mengikuti pola itu? Semoga saja. Lebih mudah menghadapi sesuatu yang pasti dari pada yang mengira-ngira. Betul tak? 

Untuk mengetahui RUMUS GENETIK Buta warna silahkan lihat gambar di bawah ini:





Bagikan :
Home
loading...