Menjelang Dewasa ..when 13 goes to 30

Menjelang Dewasa . Apa yang akan terjadi jika 13 going to 30?  Will I be pretty? Will I be rich? Or should I say….what will be, will be? Orang bilang.. ”Life start at 40!”

And we shouldn’t worry about it before we reach 40. Betul kah? Entahlah. Akusudah mulai risau akan apa yang mungkin terjadi bila usiaku mencapai 40 sejak aku berusia 13 tahun ketika rambut putih pertamaku terjumpa, ketika kakak ku terkasih sedang melakukan “Search and Kill” terhadap makluk kecil bernama kutu di rambutku yang bak mayang terurai. (haha..funny)

“Waktu bukan sahabatku!”

13 to 3010 tahun lalu aq hanya seorang gadis kecil yang worry nothing (except for the white hair), sekarang aku seorang wanita yang worry almost in everything. Menjadi dewasa bukan pilihan tapi keharusan. Bersikap dewasa adalah keperluan. Dewasa dalam arti mampu menahan diri dan emosi, bertanggung jawab, bijak, mampu menilai dan menerima sesuatu perkara dari sudut pandang yang berbeda. Kita tua karena usia, tapi dewasa karena pengalaman.

Sikap dan tindakan kita lebih banyak di pengaruhi oleh kondisi dan situasi bukan sifat diri. Jika kita bisa menyelaraskan sikap dan tindakan kita dengan kepentingan moral dalam masyarakat tanpa kehilangan jati diri dan sedikit banyak mempertimbangkan SiKonTolPanJang (Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan dan Jangkauan) maka kita bisa di sebut Dewasa. Dewasa dalam arti tua dan bijaksana.

Jika muda tapi bijaksana itu dewasa kejemur. Dewasa karena lingkungan menuntut untuk dewasa. Kepahitan hidup adalah salah satu penyebabnya. Anak yang di paksa atau terpaksa mengambil alih tanggung jawab orang tua, usia muda yang terbuang percuma karena pergaulan yang tidak seimbang, menjadikan seseorang itu dewasa sebelum waktunya. Menjadi dewasa dalam konotasi positif itu bagus. Tetapi dewasa sesuai dengan takdirnya itu lebih bagus lagi. Buat apa mensia-sia kan masa muda demi masa tua yang sudah pasti akan di jelang?

Jika kita bisa merekayasa siklus hidup kita seperti Amoeba, pasi best kan? Fase pertumbuhan di percepat, fase penuaan di perlambat dan fase kematian di percepat. Maka kita akan memiliki masa muda yang panjang. Masa muda yang penuh dengan stamina, kreativitas dan produktivitas. Masa muda yang berkonotasi positif. Masalahnya…siapa yang akan menjamin jika masa muda tersebut akan di manfaatkan dengan positif? No one!

So, membiarkan tangan takdir menjamah kita sesuai kodratnya adalah pilihan satu-satunya.

Bagikan :
Home
loading...