Intermezo senja: Kebenaran Semu dalam Kegalauan Sesaat

Intermezo senja: Kebenaran Semu dalam Kegalauan Sesaat. Kita menjadi sesuai dengan jalan yang kita pilih. Bahagia dan nestapa hanya di pisahkan oleh sebentuk titian serambut yang di belah tujuh. Begitu tipis dan transparan. Sehingga terkadang antara bahagia dan nestapa itu perbedaannya tidak dapat di lihat. Sekarang kita bahagia, sedetik kemudian kita berduka. Sudah merupakan trademark manusia.

Intermezo senjaHanya satu kata yang diperlukan untuk merubah kesenangan menjadi mimpi buruk. Surga dan neraka itu ada. Malaikat dan setan saling berebut pengaruh. Kebaikan dan kejahatan tidak lagi dapat di bedakan. Semua saling tumpang tindih tak tersusun. Mata dan hati kita di kelabui oleh penampakan. Hasrat bergelora membuat kita hilang akal. Hanya satu yang terlupakan...KEBENARAN.

Kebenaran itu menyakitkan. Tapi lebih manis dari penipuan dan sejuta kepalsuan hanya saja sangat susah untuk di ungkapkan. Jika token untuk masuk surga di hitung dari berapa banyak atau sering seseorang itu berkata benar, maka penghuni surga tak mungkin lebih dari 10% isi dunia ini dan semuanya pasti anak2 di bawah tiga tahun.

Mengatakan Kebenaran itu membutuhkan keberanian. Keberanian untuk menghadapi kenyataan, konsekuensi serta risiko. Satu kata yang benar bisa merubah nestapa menjadi bahagia ataupun sebaliknya. Kebenaran bisa mencipta damai ataupun mencipta perang saudara tanpa akhir. Satu kata kebenaran memerlukan berjuta saat untuk di katakan. Tapi sekata dusta, hanya butuh satu helaan nafas untuk di luahkan. Dusta adalah kebenaran yang disembunyikan atas nama segala kebaikan.

Orang baik bukan berarti jujur. Malah pada hakikatnya orang yang baik adalah orang yang banyak berdusta. Menjadi orang baik itu tidak mudah. Mereka adalah musuh dari nuraninya sendiri. Wajah palsu dari kejahatan hatinya sendiri. Merekalah ksatria pelindung zaman, pencentus perdamaian, dan pemelihara ketentraman. Semakin banyak orang baik, semakin damai dunia ini. Apalah artinya sebuah kejujuran di bandingkan kebahagian semu yang bisa dinikmati seisi alam?

Kebenaran adalah harta karun sepanjang zaman. Tertimbun dalam rerutuhan keangkuhan. Tersimpan rapi dalam kesunyian. Tersembunyi di puncak gunung, di tepi pantai yang terpencil, dan didalam hati yang sebeku salju abadi di puncak himalaya. Menanti untuk di temukan dan di cairkan.

Kesunyian itu seperti kaca. Dalam terang ia tembus cahaya, dalam gelap hanya menampakan hitam yang pekat. Kesunyian adalah persembunyian abadi kebenaran. Terlihat jelas namun susah untuk di ungkap. Menciptakan kegalauan sesaat yang akan segera hilang setelah kebenaran semu di terbentang di kelopak.

Bagikan :
Home
loading...