Dalam Macaron Love Winda Krisnadefa

Dalam Macaron Love Winda Krisnadefa. Ada apa dalam Macaron Love Winda Krisnadefa? Ada cinta dan perpaduan rasa. Itu menurutku lho :). Kalau menurut kalian ada Magali dan Ammar, ada french fries dan eskrim vanilla, ada cita-cita dan cinta yang penuh aral… terserah. Tapi bagi saya, kesan pertama yang saya temukan adalah ada cinta dan rasa. Cinta yang mewakili hati dan rasa yang mewakili lidah. Mana yang lebih dahulu? Dari lidah turun ke hati, atau dari hati naik ke lidah?

Macaroon love winda krisnadefaApakah orang yang ganteng masakannya selalu enak?
Apakah masakan enak membuat orang jatuh cinta pada kokinya?

Cinta itu misteri yang tersimpan dalam hati. Bisa di rekayasa, bisa juga di guna-guna. Tapi tak akan pernah bisa menyatukan cinta dan rasa. Penyatuan itulah yang menjadi inti utama  dari sebuah pencarian panjang manusia yang di beri nama ‘kepuasan jiwa’. Selama jiwa belum terpuaskan maka manusia akan tetap melakukan pencarian. Tak perduli berapa lama waktu di tempuh untuk menemukan hal itu. Banyak yang telah menemukannya tapi lebih banyak lagi yang mati sebelum merasakannya.

Magali boleh saja menyukai french fries yang di towelkan dalam eskrimnya. Tapi sampai kapan? Sampai Ammar membuatkan masakan spesial dan unik untuk dirinya? Cinta tidak dapat berdiri sendiri, tapi butuh dukungan. Cinta yang berdiri sendiri ibarat sebatang kayu di tengah padang pasir. Badai dan terik akan membuatnya roboh dan lapuk. Cinta membutuhkan dukungan, sehingga ketika dia roboh ada yang membantu menegakannya. Ketika dia lapuk, dia masih bermanfaat bagi yang lainnya.

Itulah pemikiran yang saya peroleh saat membaca buku Macaron love karya Winda Krisnadefa. Saya tidak akan menceritakan bagaimana isi buku itu karena untuk tahu kisahnya, anda harus membeli bukunya. Tulisan ini bukan resensi buku ataupun book’ review. Ini adalah yang saya dapatkan setelah saya membacanya. Sebuah pemikiran…

Anda pun pasti akan menemukan suatu ide atau pemikiran saat membaca Macaron Love Winda krinadefa. Pemikiran yang tentu akan sangat berbeda dengan yang saya pikirkan. Karena pemikiran itu sifatnya subjektif. Lalu apakah yang anda temukan Dalam Macaron love Winda krisnadefa?  Dan tahukan anda bagaimana membuat Macaron yang penuh cinta? Winking smile

by. Meysha Lestari

Agustus yg sunyi, 2013

Bagikan :
Home
loading...