SENJA DI TANJUNG SETIA

Sella keluar dari kamar, namun belum tiga langkah dia berbalik masuk kekamar lagi. Prasetya yang melihat kejadian itu dengan ekor matanya hanya tersenyum kecil. Dia tahu kenapa Sella selalu berusaha untuk menghindarinya. tapi Pras tak mau mengusik apalagi menjelaskan sesuatu yang dia sendiri tidak tahu pasti keberadaannya.

Semula, niat Pras untuk mengajak Sella A dock at sunset on White Sands Island in the Maldives.ke Tanjung setia adalah untuk memanas-manasi Linda, bekas pacarnya yang mencampakan dirinya demi seorang pengusaha kaya. Pras menyadari dirinya hanya seorang mahasiswa tingkat menengah yang belum katahuan bagaimana masa depannya kelak. Tapi orang tuannya cukup berada dan labih dari mampu untuk manjamin kehidupannya jika impian masa depannya tidak tercapai. Meski begitu Pras sempat down dan frustasi untuk beberapa waktu lamanya.

Untunglah ada Sella sahabat setianya yang tak bosan-bosan berusaha menyadarkannya dan membantunya untuk bangkit kembali. Sella yang selalu memberinya semangat agar tetap tegar. Sella pula yang memberinya ide untuk merebut kembali Linda. "Berjuanglah untuk cintamu. Jangan pikirkan hasilnya, seandainya gagalpun kau tak akan menyesal setidaknya kau telah berusaha." Selalu itu yang didendangkan Sella di telinga Pras hingga cowok itu mau mengikuti sarannya.

Kriiiiiiiiiiiiiing
"Hallo..."
"Pras....?" terdengar suara yang cukup di kenal Pras.
"Linda? Ada apa?" tanya Pras dengan kening berkerut. Sejak mengumumkan putus, baru kali ini Linda menghubunginya lagi.
"Aku ingin bicara denganmu. Bisakah Pras?"
"Ada apa?"
"Aku tak bisa mngatakannya di telpon. Mukah engkau menemuiku?"
"Dimana?" Pras mendengar Linda menyebut suatu tempat di tanjung setia. Tempat dulu mereka mnghabiskan waktu dan berkencan. Sambil bertanya-tanya dalam hati Pras menyanggupi permintaan Linda.
"Baiklah...tunggu aku.." Tanpa membuang waktu, Pras segera pergi ke garasi mengeluarkan Jippnya dan segera meluncur membelah kerimbunan batang pohon kelapa.
* * *
Sella mendengus kesal. Pras pergi begitu saja tanpa berpamitan. Dari percakapan yang di kupingnya, Sella tahu kalau Pras pergi menemui Linda. Linda Utami. Setelah bertemu dengan gadis itu Sella baru mengerti mengapa Pras sangat mencintainya. Wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih mulus dan rambutnya yang sebahu hitam bercahaya. Cocok sekali untuk model iklan shampoo. Makanya Pras jadi begitu frustasi ketika dengan tiba-tiba Linda memutuskan hubungan dengannya. Gayanya yang memang selonong boy menjadi tambah tak karuan. Pakainya yang kucel dengan wajah kuyu persis orang yang tidak tidur selama seabad. Jarang masuk kuliah sehingga beberapa kali Sella harus berurusan dengan dosen mata kuliah karena ketahuan menandatangani absensi Pras.

Sella lah yang menyusun strategi dan rencana untuk merebut Linda kembali. Semula Pras menolak tapi setelah di maki-maki sebagai pengecut dan pecundang akhirnya Pras menyetujui rencana Sella. libur kenaikan tingkat adalah waktu yang tepat untuk menjalankan rencana. Tapi Pras menolak memainkan skenario itu sendiri, dia meminta Sella yang berpura-pura menjadi kekasihnya. Dan ketika Sella menolak karena ingin menghabiskan liburan bersama orang tuanya di Malang, Pras mengancam akan membatalkan rencana itu.

"Kau ini gila atau Idiot? kau sendiri bilang tak dapat hidup tanpa linda. Ini kesempatan mu sebelum kekasihmu yang tidak setia itu menikah dengan pacar barunya," sentak Sella. Pras melotot tak senang mendengar Sella memaki Orange flowers Linda.
"Ok...ok.., Linda yang baik hati, cantik...yang membuat seorang Pras bertekuk lutut dan...."
"Aku hanya tidak ingin mengorbankan perasaan orang lain. Bagaimana bila gadis itu kemudian jatuh cinta padaku?"
"Go to Hell dengan rasa iba mu itu...!!" Umpat Sella sebelum melangkah pergi meninggalkan Pras yang termangu sendirian.
Namun esok harinya saat Pras bersiap-siap berangkat ke Tanjung setia, Sella muncul di depan pintu kost pras denan ransel menggantung di pundaknya. Pras menyambutnya dengan senyum kemenangan.
"Jadi?" goda Pras dengan kerlingan nakal.
"Kau harus menanggung ongkosku, memenuhi kebutuhan hidupku... dan..."
"Balasannya?" potong Pras tak sabar.
"Aku menjadi kekasihmu!"
Pras mengulurkan tangannya, "Kekasih?!"
Sella menjabat tangan itu dan.."Kekasih!"

Dan setelah beberapa hari berakting sebagai kekasih, memamerkan kemesraan di hadapan orang-orang terutama Linda, Sella merasakan sesuatu yang lain di hatinya. Sesuatu yang membuatnya takut. Semula Sella berpikir bahwa dirinya hanya terbawa perasaan romantis atas perhatian dan kemesraan yang di tunjukan Pras terhadap dirinya. Namun ketika Sella merasa muak dan cemburu saat Pras bercerita tentang Linda, Sella baru menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Pras. Di cobanya untuk menyembunyikan perasaan itu di hadapan pras, tidak ingin mempermalukan diri sendiri dengan perasaan konyol itu.

Tapi kejadian di pantai beberapa hari lalu membuat perasaan Sella galau. Dia masih dapat membeyangkan wajah khawatir Pras saat dia memaksa untuk mandi saat laut pasang. Lalu ketika ombak besar itu manghantam kearahnya dan menariknya ketengah, sesuatu yang tidak disangka oleh Sella menarik tubuhnya ke pingir. Sella baru sadar bahwa itu adalah Pras, setelah lelaki itu mendekapnya dengan erat dan melemparkan tubuhnya di pasir pantai. Wajah lelaki itu merah padam. Antara marah dan khawatir. Sella tersenyum tipis, namun yang diterimanya dari Pras adlah kalimat-kalimat gusar bernada kasar.

"Apa kau tidak pernah memikirkan keselamatanmu sendiri, heh? Kalau terjadi sesuatu bagaimana aku bertanggung jawab pada orang tuamu?"
"Kau tidak perlu bertanggung jawab apa-apa!" sergah Sella. Belum hilang shock yang di dapatnya, Pras sudah marah-marah. Dengan kesal di tinggalkannya cowok itu.
Pras mengejar dan mencoba menarik pergelangan tangan Sella, tapi gadis itu dengan kasar menepis tangan Pras dan berlari menuju bungalow.
* * *
"Hai Pras.." sapa Linda behitu Pras berdiri di depannya. Pras tak menyahut, matanya menatap mata Linda yang berkaca-kaca.
"Ada apa?" tanya Pras sambil berjongkok di depan gadis itu.
"Maafkan aku Pras, aku telah menyakitimu," ucap Linda disela-sela isak tangisnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Pras sambil mengusap airmata di pipi Linda. Linda menghambur memeluk Pras dan dengan terbata-bata menceritakan bahwa dia telah memutuskan pertunangannya karena ternyata lelaki itu telah beristri. Dan Linda dengan memelas memohon agar Pras mau menerimanya kembali.

Pras tak menjawab. Kepalanya tertunduk menekuri pasir. Ada sesuatu yang dirasanya aneh. Dia tak merasa bahagia mendengar ungkapan perasaan Linda. Dia pun tidak merasakan kegembiraan karena rencana yang disusunnya bersama Sella mencapai sukses besar. Linda ingin kembali padanya. Tapi..tiba-tiba Pras teringat Sella yang di tinggalkannya di Bungalow. Pikirannya menjadi resah takut terjadi sesuatu pada gadis itu.

Pras meluangkan waktunya sejenak untuk menghibur dan menasehati Linda panjang lebar tantang arti sebuah hubungan. Kesedihannya selama ini telah membuat Pras menjadi arif dan berpikiran bijak. Namun dia belum memberi jawaban atas pernyataan gadis itu. Karena di benaknya masih di penuhi oleh bayangan Sella.

Setelah mengantar Linda, Pras tergesa kembali ke bungalow. Tiba di sana pras tak menemukan Sella meski telah mencari gadis itu diseluruh pelosok rumah. NAmun Pras masih bisa menarik nafas lega melihat barang-barang Sella masih utuh di kamar.

Memikirkan sesuatu yang membuat Pras berlari keluar menuju pantai. Di telusurinya jejak tapak kaki di pasir yang diyakininya sebagai jejak kaki Sella. lalu ketika matanya menangkap ssesosok tubuh yang berdiri di kejauhan, pras mempercepat langkahnya. Alangkah senang hatinya melihat Sella yang berdiri mematung bersandar di batang pohon kelapa sambil menatap bulatan matahari yang hampir tengelam.

Pras menghampiri dan menyentuh bahu Sella. Gadis itu menoleh, keduanya saling bertatapan. Suasana terasa hening. Hanya suara debur ombak yang menghempas pasir pantai.

Pras meraih jemari Sella dan menggenggamnya. Ada rasa damai dalam hatinya setiap kali berdiri di sisi Sella.
"Terkadang keraguan dan kebimbangan, kasih sayang dan benci adalah sesuatu yang tak mudah untuk di mengerti. Ada sesuatu yang telah lama kita miliki namun tak ternampak oleh pandangan kita. sesuatu yang sangat berharga yang jika terlepas dari genggaman sulit untuk di raih kembali...." Pras berhenti sejenak seolah mempersiapkan diri, " Sella...maukaA humpback whale slapping the surface with its tail.h engkaukah selalu bersamaku, saling berbagi..."
Sella menatap Pras dengan takjub tanpa tahu harus berkata apa. "Aku mencintaimu!" lanjut Pras.
Lama keduanya berpandangan mencoba untuk mencari kejujuran dan jawaban dalam tatapan mereka. "Apakah aku bermimpi?" tanya Sella lirih.
"Tidak! Aku mencintaimu. Entah sejak kapan, namun yang pasti aku telah menyadari siapa yang paling ingin kudampingi dalam hidup ini. Engkaulah itu, Sella. Meski terlambat....maukah engkau menjadi kekasih ku?"
"Linda?"
Pras menggeleng pasti dan tanpa keraguan, "dia adalah masalalu. Masalalu yang kelabu. Aku ingin menjelang masadepan bersama mu..."

Sella menghambur memeluk Pras dengan luapan kegembiaraan. Diapun baru menyadari jika telah jatuh cinta dengan pras. Namun tidak pernah menyangkah jika Pras pun mencintainya.

Bias jingga semakin merona. Bola matahari tinggal separuh di horizon. Ombak di tanjung setia tak pernah berhenti menghempas, mencipta irama yang seolah mengiringi nyanyian cinta di hati Pras dan Sella.
Bagikan :
Home
loading...