737 hari sebelum hari ini

Ibu…. siangku gelap karena awan hitam menaungi hari ku. Aku tidak bisa melihat karena cahaya matahari tidak cukup menembus kornea mataku. Cinta membuatku buta. Dengan kejinya dia merenggut keluguan dan kepolosanku. Menghadirkan sejuta kebencian yang tak mampu kutolak.

Ibu, ada kebencian yang menumpuk di hatiku. Yang keberadaannya membuatku menderita. Menyiksaku bagai segumpal tumor ganas yang terus membesar dan menggunung. Detak jantungku hampir tak berdenyut lagi. Darah di tubuhku terasa beku dan membuatku kaku. Udara yang kuhirup tak dapat di saring dengan sempurna sehingga debu-debu tajam polusi jalanan bersarang dan menembus paru-paruku. Aku bagai seonggol daging yang hhidup, raga yang hampa tanpa rona kehidupan. Tapi aku masih punya hati yang selalu menanggung rindu yang menjadi kekuatanku untu terus bertahan.


Ibu.. dirimulah yang kurindukan. Dikaulah yang kunantikan. Hadir di hadapanku.. memarahiku, menjewer telinggaku dan merengkuhku dalam dekapanmu. Bara kemarahanmu akan menghangatkan tubuhku, menyinari ragaku, melancarkan peredaran darahku dan membuatku hidup kembali dengan rona kehidupan yang baru.

Aku menantimu..ibu! Menanti dirimu yang akan membantuku menyingkirkan awan hitam dari hidupku sehingga matahariku dapat bersinar lagi.
Bagikan :
Home
loading...