Seribu Bangau Kertas…

Ketika Hati Resah berbalut Prasangkah dan Nestapa…
Ketika Hati terkapar dalam Lumpur Derita dan Air Mata…
Ketika ketabahan tidak lagi bisa membendung gejolak dalam dada…
Sujud dan Berdoalah…..

Ketika Kemarahan menguasai Jiwa…
Ketika kebencian me-lulu lantak-an kasih sayang..
Ketika Kecemburuan membuat kita Hilang akal….
Sujud dan Memohonlah…..

Janji manusia…
Dalam suka dan Duka jangan berhenti Berdoa…
Agar hati tidak hilang Arah…
Kewajiban Manusia….
Dalam suka dan Duka jangan pernah meninggalkan-Nya
karena tanpa Dia, kita bukanlah siapa-siapa….

Akan menjadi mudah jika menerima Takdir dengan tangan terbuka..
Akan lebih mudah jika percaya, “manusia berusaha, Tuhan yang menentukan…”
Akan lebih mudah jika bisa diam dan merenungkan penderitaan…
daripada berkoar-koar menunjukan kebodohan…

Tapi aku hanyalah Insan biasa…
yang penuh prasangkah dan tak pernah lepas dari nafsu dunia…
Nafsu amarah, dendam dan sakit hati….
Nafsu kebencian jika yang terkasih tersakiti…
Oh…. ternyata dalam ketegaran tersembunyi kelemahan…
Dalam keikhlasan…tersimpan kesombongan…

Dengan bergelimang nafsu itu aku menghadapmu, ya Illahi Rabbi…
memohon berkah-Mu agar hatiku menjadi bersih..
Agar aku tidak hanya menjadi Bangau Kertas…yang mudah terbakar api…
meski berlipat Seribu… tetap saja tak bisa menolong diri sendiri…

Bagikan :
Home
loading...