Home sweet Home....

Di sebuah desa, yang terpencil di tengah hutan belantara. Hiduplah seorang petani dengan 3 anak gadisnya.

Gegarnya irama ladam angin senja yang mengurit sukma. Mereka bercengkerama bersama alam. Menyatu dalam gaungnya dan hidup dari desah nafasnya.

Disebuah dahan, sepasang burung hantu bermahkota bulan. Dia berkencan di tengah malam... di terangi sinar rembulan purnama yang temaram.

HAri berganti. TAhun berlalu. Ketiganya membesar sesuai takdirnya. Tidak lagi bersama. JArang sekali berjumpa, namun masih sering bersapa. Meski hanya lewat suara.

Si gadis kecil itu kini telah dewasa. Melalang buana keliling dunia demi Sesuap nasi dan Segenggam Berlian.

Dia rindu pulang.
Rindu kampung HAlaman.
Rindu burung hantu yang bercinta di atas dahan.
Bagikan :
Home
loading...